Pages

Subscribe:

Kamis, 28 April 2011

PSIKOTEST - ANALOGI VERBAL ( korelasi makna)

Latihan Psikotes - Analogi Verbal (Korelasi Makna)

Latihan psikotes analogi verbal ini ditujukan untuk melihat pemahaman anda terhadap hubungan antar kata. Dampak positifnya adalah kemampuan memahami permasalahan.
 Petunjuk Soal :


Pilihlah satu jawaban yang paling tepat pada kata-kata yang disediakan. Kemudian, kotak di depan nomor soal, diisi dengan huruf a, b, c, atau d sebagai pilihan jawaban anda. Kerjakan dengan cepat dan teliti, karena waktu yang diberikan cukup terbatas, yaitu 15 menit. Bila waktunya sudah 15 menit, segera berhenti. Selanjutnya silakan klik "Lihat Hasilnya (Kunci Jawaban)", dan anda akan mengetahui nilai/hasilnya, serta jawaban yang SALAH dan BENAR. (new) ---


Selamat Berlatih ---




Silakan isi kotak2 di bawah ini dengan huruf a, b, c, atau d
    1. Mobil - Bensin = Pelari - ....   a. Makanan   b. Sepatu   c. Kaos   d. Lintasan
    2. Dingin - Selimut = Hujan - ....   a. Air   b. Payung   c. Dingin   d. Basah
    3. Semir - Sepatu = Sikat - ....   a. Kuku   b. Rambut   c. Televisi   d. Gigi
    4. Kepala - Pusing = Perut - ....   a. Batuk   b. Pilek   c. Mules   d. Gemuk
    5. Bugil - Pakaian = Gundul - ....   a. Botak   b. Kepala   c. Cukur   d. Rambut
    6. Kayu - Pohon = Emas - ....   a. Tambang   b. Perhiasan   c. Mahal   d. Logam
    7. Saya - Kami = Dia - ....   a. Kamu   b. Mereka   c. Anda   d. Kita
    8. Kumis - Kucing = Belalai - ....   a. Ular   b. Harimau   c. Gajah   d. Hidung
    9. Reguler - Senin = Karyawan - ....   a. Selasa   b. Rabu   c. Minggu   d. Jumat
  10. Busur - Panah = Senapan - ....   a. Peluru   b. Senjata   c. Berbahaya   d. Tembakan
  11. Ayah - Anak = Pohon - ....   a. Daun   b. Tunas   c. Ranting   d. Akar
  12. Es - Dingin = Gula - ....   a. Bubuk   b. Kristal   c. Tebu   d. Manis
  13. Pintar - Belajar = Bodoh - ....   a. Cerdas   b. Rajin   c. Dosen   d. Malas
  14. Terbang - Burung = Jalan - ....   a. Jauh   b. Singa   c. Lebah   d. Kupu-kupu
  15. Mobil - Roda = Rumah - ....   a. Pondasi   b. Tanah   c. Jendela   d. Atap
  16. Bulan - Bumi = Yupiter - ...   a. Venus   b. Orbit   c. Matahari   d. Bulan
  17. Februari - April = Mei - ....   a. Juli   b. Agustus   c. September   d. Oktober
  18. Ekspor - Pergi = Impor - ....   a. Luar   b. Dagang   c. Masuk   d. Asing
  19. Mobil - Bensin = Perahu - ....   a. Laut   b. Angin   c. Ombak   d. Kayu
  20. Mikroskop - Mikroba = Teleskop - ....   a. Bakteri   b. Bioskop   c. Teropong   d. Bintang
  21. Baju - Kancing = Pintu - ....   a. Kayu   b. Besi   c. Kayu   d. Kunci
  22. Jam - Menit = Menit - ...   a. Waktu   b. Jam   c. Detik   d. Hari
  23. Obat - Apotik = Pakaian - ....   a. Butik   b. Binatu   c. Baju   d. Celana
  24. Sendok - Makan = Silet - ....   a. Tajam   b. Potong   c. Bahaya   d. Hitam
  25. Data - Disket = Uang - ....   a. Kaya   b. Bank   c. Duit   d. Logam
  26. Siang - Matahari = Malam - ....   a. Bintang   b. Gelap   c. Bulan   d. Awan
  27. Haus - Minuman = Terang - ....   a. Gelap   b. Putih   c. Benderang   d. Lampu
  28. Mahkota - Raja = Helm - ....   a. Plastik   b. Peragawan   c. Ratu   d. Pilot
  29. Rokok - Asbak = Air - ....   a. Selokan   b. Ember   c. Selang   d. Keran
  30. Air - Haus = Nasi - ....   a. Goreng   b. Lapar   c. Beras   d. Rames
  31. Komputer - Listrik = Mobil - ....   a. Roda   b. Mesin   c. Bensin   d. Onderdil
  32. Sepatu - Kaki = Topi - ....   a. Tangan   b. Kaki   c. Bulat   d. Kepala
  33. Telepon - Pulsa = Pertunjukan - ....   a. Uang   b. Bioskop   c. Harga   d. Karcis
  34. Anting - Telinga = Gelang - ....   a. Leher   b. Emas   c. Tangan   d. Jari
  35. Beo - Suara = Sapi - ....   a. Bulu   b. Daging   c. Suara   d. Warna
  36. Lebah - Madu = Cendrawasih - ....   a. Bulu   b. Burung   c. Daging   d. Suara
  37. Bersih - Kotor = Tinggi - ....   a. Rendah   b. Jangkung   c. Jauh   d. Dekat
  38. Nasi - Beras = Tape - ....   a. Nanas   b. Ubi   c. Pisang   d. Gandum
  39. Tambang - Emas = Laut - ....   a. Badai   b. Kapal   c. Nelayan   d. Karang
  40. Anjing - Binatang = Apel - ....   a. Vitamin   b. Merah   c. Buah   d. Segar
  41. Perusahaan - Karyawan = Sekolah - ...   a. Pengawas   b. Pelajar   c. Ujian   d. Kelas
  42. Televisi - Gambar = Radio - ....   a. Listrik   b.Penyiar   c. Suara   d. Merdu
  43. Telepon - Komunikasi = Sepeda - ....   a. Roda   b. Lomba   c. Cepat   d. Transportasi
  44. Kertas - Pena = Dinding - ....   a. Kuas   b. Dempul   c. Amplas   d. Cat
  45. Film - Oscar = Bulutangkis = ....   a. Olahraga   b. Cina   c. Piala   d. Sudirman
  46. Lapar - Makan = Gatal - ....   a. Bentol   b. Semut   c. Garuk   d. Luka
  47. Datang - Pergi = Akhir - ....   a. Awal   b. Kemudian   c. Setelah   d. Zaman
  48. Sutra - Ulat = Madu - ....   a. Manis   b. Lebah   c. Hutan   d. Bunga
  49. Darat - Mobil = Udara - ....   a. Angin   b. Terbang   c. Perahu   d. Pesawat Terbang
  50. Pisang - Buah = Sapi - ....   a. Banteng   b. Gemuk   c. Binatang   d. Kulit


Sumber : Singo Group Co., PT. Gilland Ganesha, CV. Flamboyan, CV. Laris, Yayasan KPT, GigaFarm, SingoFarm, Cangkok.com, Cangkok.co.id, CV. Indragung, ggkarir.com, ggiklan.com, bursa-kerja.ptkpt.net, flamboyan.co.id, gilland-ganesha.com, ptn-pts.org, indragung.co.id, lowongan-kerja.net, kerja.biz, indonesia-info.net, laris.co.id, lowongan-kerja.kpt.co.id, beasiswa.ptkpt.net, pekerjaan.net, dsb.


Bila anda meng-copy atau memperbanyak latihan soal psikotes ini,
seyogyanya anda tetap mencantumkan semua sumber-sumber tersebut di atas.
read more

PENYEBAB KEGAGALAN

 KEGAGALAN

Anda tahu penyebab kegagalan Anda? Ya, setiap orang pernah mengalami kegagalan. Kemampuan memahami apa penyebab kegagalan Anda akan menjadikan diri Anda semakin cerdas dan bijak sehingga akan mampu berjalan kembali dengan lebih baik.
Untuk memahami penyebab kegagalan, diperlukan kemampuan berpikir analitis dan kritis. Kita perlu menghindari pemikiran yang emosional sehingga tidak mampu menemukan penyebab kegagalan. Jika Anda tidak mampu menemukan penyebab atau akan permasalahan kegagalan Anda, maka Anda tidak akan mampu untuk memperbaikinya.
Artikel ini akan menjelaskan bagaimana menelusuri penyebab kegagalan, bahkan penyebab utama yang disebut dengan root cause sehingga jika kita bisa menemukannya dan mampu mengatasinya, kita akan berjalan lebih baik.

Hindari Penyebab Kegagalan Emosional

Perlu dipahami, Anda harus membedakan antara intuitif dan emosional. Intuitif bisa memberikan solusi, tetapi tidak dengan emosional yang sering kali hanya membela ego sendiri. Jika pikiran Anda fokus untuk membela ego sendiri, maka Anda akan selalu menganggap bahwa masalah ada di luar, termasuk ada di luar kendali Anda. Jika sebuah masalah berada di luar, maka kita tidak akan pernah bisa mengatasinya. Anda akan mengalami kegagalan yang sama terus menerus akhirnya Anda menyerah dan malas untuk berusaha lagi.
Contoh-contoh penyebab emosional diantaranya:
  • menyalahkan orang lain
  • menyalahkan kondisi
  • menyalahkan peristiwa
  • menyalahkan pemerintah
  • menyalahkan saingan
  • menyalahkan masyarakat
  • menyalahkan takdir
Pokoknya, dia akan menyalahkan apa pun di luar dirinya. Jika masalah ada di luar Anda, maka Anda tidak akan bisa mengatasinya. Khusus untuk yang terakhir, menyalahkan takdir, ini akan menutup semua pikiran Anda untuk menemukan solusi. Toh, sudah takdir, apa pun yang dilakukan akan percuma.
Kalau kita tidak boleh mengalahkan apa yang ada di luar diri kita, apakah kita harus menyalahkan diri sendiri sebagai penyebab kegagalan kita?
Mungkin banyak motivator yang mengatakan bahwa Anda harus menyalahkan diri sendiri secara mutlak.
Anda sulit menerimanya?
OK, jika Anda yakin masih ada faktor luar sebagai penyebab kegagalan, namun saya tetap mengajak Anda untuk tetap memulai memeriksa diri sendiri sebelum menyalahkan pihak luar. Ini akan memberikan pengalaman yang luar biasa, memberikan pelajaran, dan hikmah yang berharga dibandingkan Anda fokus menyalahkan pihak luar sebagai penyebab kegagalan Anda.

Ambilah Tanggung Jawab

Jika Anda ingin menjadi orang yang berpikiran maju, maka Anda harus mengambil tanggung jawab atas kegagalan Anda. Anda gagal karena Anda sendiri, karena kesalahan yang Anda lakukan.
Mari kita lihat, apa yang menyebabkan seseorang gagal?
Jawabannya adalah karena dia berhenti. Kata “berhenti” memiliki dua makna. Pertama berhenti bertindak untuk mencapai tujuannya. Kedua berhenti untuk menyesuaikan tujuannya dengan kondisi yang ada.
Saya rasa, Anda sudah paham dengan maksud yang pertama. Anda akan gagal jika Anda berhenti bertindak untuk mencapai tujuan Anda. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa seseorang berhenti bertindak?
Ada dua kemungkinan jawaban. Yang pertama karena dia tidak mengetahui apa lagi yang harus dilakukan. Yang kedua karena dia tidak mau lagi untuk bertindak. Namun jawaban pertama bisa digugurkan dengan seketika. Jika Anda tidak mengetahui apa yang harus Anda lakukan, maka seharusnya Anda mencari tahu. Berusaha agar Anda mengetahui apa yang harus Anda lakukan. Pertanyaanya adalah apakah Anda mau mencari tahu? Jadi intinya adalah kemauan.
Jadi bisa kita simpulkan bahwa penyebab seseorang berhenti adalah karena sudah tidak ada kemauan.
Yang kedua, kadang, kita bisa berhenti karena memang kondisi yang tidak menguntungkan. Misalnya Anda memiliki tujuan untuk menjadi seorang PNS. Anda tidak berhenti untuk berusaha menjadi PNS dengan mengikuti ujian setiap tahun. Namun, Anda tetap gagal karena umur melewati batas syarat menjadi PNS. Dan Anda disebut gagal menjadi seorang PNS. Ya, Anda gagal menjadi seorang PNS jika Anda berhenti.
Anda memang tidak mungkin lagi untuk menjadi PNS karena umur sudah tua. Tetapi, Anda masih bisa menyesuaikan tujuan Anda dengan kondisi saat ini. Apa tujuan Anda sebenarnya menjadi PNS? Jika mau mengabdi kepada masyarakat, ada cara lain, meski Anda tidak menjadi PNS. Jika ingin mendapatkan pensiun, ada pihak ketiga yang bisa mengatur pensiun Anda. Pertanyaanya adalah apakah Anda mau menyesuaikan tujuan Anda? Ya, kembali kepada kemauan Anda sendiri.
Apakah Anda bisa menerima bahwa penyebab kegagalan itu berasal dari diri Anda? Silahkan Anda tuliskan pada form komentar penyebab kegagalan Anda, insya Allah, akan saya tunjukan bahwa penyebab kegagalan tersebut berawal dari diri Anda.

sumber :  http://www.motivasi-islami.com
read more

MOTIVASI - MENTAL JUARA ITU PENTING

Pengaruh Mental Juara Bisa Terlihat Dalam Sebuah Kompetisi.


Saya seringkali menonton sepak bola dan mengikuti kompetisinya. Yang cukup menarik ialah bagaimana peran mental juara terhadap keberhasilan sebuah tim. Ternyata, memiliki pemain dengan keterampilan yang mumpuni saja tidak cukup.

Seringkali sebuah tim bertabur bintang tidak bisa menjadi juara, bukan karena masalah kemampuan fisik tetapi justru karena hilangnya mental juara.

Pengaruh mental pada pertandingan memang dengan mudah bisa kita lihat. Misalnya dalam pertandingan sepak bola, tuan rumah selalu memiliki peluang menang lebih besar dibandingkan saat bertamu karena mendapatkan dukungan mental dari penonton. Ini menunjukkan bahwa peran mental juara dalam sebuah pertandingan sangat besar.

Mental Juara Bukan Untuk Olah Raga Saja


Tentu saja, yang dimaksud mental juara itu bukanlah dalam bidang olah raga saja. Bukan dalam pertandingan saja, tetapi juga untuk berbagai bidang lainnya.

Mental Juara Diperlukan Dalam Karir


Yup, jika Anda ingin memiliki karir yang sukses, langkah pertamanya adalah Anda harus membangun mental juara. Banyak karyawan dengan potensi yang luar biasa, tetapi karena tidak memiliki mental juara, maka semua potensinya terabaiknya. Dia tidak tidak mau memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya sehingga tidak menjadi yang terbaik.

Juara Dalam Bisnis = Untung Besar


Jika Anda memiliki produk atau jasa juara, maka produk dan jasa Anda akan lari manis. Jika Anda memasarkan produk dengan cara juara (baca yang terbaik) maka dia pun akan mendapatkan hasil yang terbaik. Siapa pun suka yang terbaik. Jika Anda terbaik dalam bisnis Anda, maka otomatis Anda akan mendapatkan untung yang terbaik.

Juara Sejati Memiliki Sikap Sportif


Tentu saja, yang dimaksud disini bukan cara meraih juara dengan menghalalkan segala cara. Seorang juara sejati akan selalu bertindak sportif. Apa jadinya jika kita juara tetapi didapat dengan cara yang tidak baik? Maka sesungguhnya gelar juara akan terasa semua. Anda tidak benar-benar juara, hanya secara resmi saja.

Berlaku curang, sikut kiri sikat kanan, dan mencuri start bukanlah sikap seorang juara sejati. Juara sejati berusaha untuk menjadi yang terbaik, bukan sekedar mencari gelar juara. Selalu ingin menjadi yang terbaik adalah mental juara yang benar, bukan sekedar mendapatkan gelar, penghargaan, bonus, atau piala.

Mulailah Dengan Percaya Diri


Salah satu mental juara itu adalah percaya diri. Dia yakin bahwa dia mampu menjadi juara. Hanya orang yang percaya dirilah yang berani masuk gelanggang untuk bertanding. Percaya dirilah yang akan menjadi dia bertindak dengan cara yang terbaik.

Juara Itu Bukan Berarti Sombong


Seorang juara sejati akan bertindak, kemudian melakukan apa yang dia lakukan sebaik mungkin. Bukan dengan cara hanya omdo (omong doank) sambil menjatuhkan dan menjelekan lawannya. Sikap seperti ini sama sekali tidak menggambarkan mental juara. Justru, sikap sombong datang karena dia tidak percaya diri menjadi juara. Dia akan berusaha menjatuhkan lawan dengan omongan supaya dia dianggap juara.

Juara Sejati Mengakui dan Menerima Kekalahan


Dia tahu, bahwa kekalahan bukanlah kiamat. Mungkin dia tidak menjadi juara pada pertandingan kali ini. Tetapi dia tidak berhenti, dia mengambil hikmah sehingga pada pertandingan berikutnya dia bisa tampil lebih baik lagi. Dia tidak menyesal, tidak terpukul, dan tidak juga menyalahkan lawan. Menyalahkan lawan hanya akan menutup mata kita melihat kekurangan diri untuk diperbaiki.

Apakah Anda memiliki mental juara? Apakah Anda ingin membangun mental juara?

sumber : http://www.motivasi-islami.com
read more

Jumat, 04 Maret 2011

WISATA CURUG

CURUG CI GENTIS WISATA KEBANGGAAN KARAWANG



Curug Cigentis yang berada di Kaki Gunung Sanggabuana adalah wisata alam kebanggaan Karawang. Selain masih alami, curug ini pun sekaligus menjadi simbol dari sisa-sisa hijaunya Karawang ditengah semakin panasnya sebagian besar wilayah Karawang. Curug ini terletak di Desa Mekarbuana, Kecamatan Tegalwaru yang berjarak sekitar 44 km dari Pusat Kota Karawang.
Untuk mencapai curug ini Anda bisa mengikuti rute sebagai berikut, seperti yang dipaparkan Iyan Damai yang sudah beberapa kali berkemah (camping) di lokasi curug ini pada KarIn :
Untuk kendaraan roda empat  :
  • Karawang – Jalan tol – Kantor Asper lk 30 km
  • Kantor Asper – Parakan Badak lk 10 km
  • Parakan Badak – Jayanti lk 3,5 km
  • Jayanti – Curug Cigentis lk 1,5 km (jalan setapak)
Untuk kendaraan roda dua  :
  • Jakarta – Cibubur – Cariu – Pasar Loji – Curug Cigentis
Berikut mari kita simak juga keterangan dan penilaian dari Iyan Damai dan juga Maruli Ferdinand, dua kontributor yang bersedia membantu KarIn mengulas objek ini. Dua orang yang memiliki hobi jalan-jalan dan merupakan warga luar Karawang yang tentunya memiliki penilaian dan persfektifnya tersendiri. Keterangan keduanya bisa kita jadikan tolak ukur seperti apa Curug ini dalam pandangan warga luar :
“Visual lansekap menuju lokasi cukup menarik dan menantang berupa pegunungan dan persawahan dan perkampungan penduduk yang masih tradisional. Potensi visual lansekap di dalam kawasan yang mempunyai karakteristik yang khas dengan curug dan lembah pada hutan lindung dengan keanekaragaman jenisnya yang cukup tinggi, diantaranya pohon Rasamala, Puspa, Kibanen dan Pakis, jenis-jenis pisang dan bambu,” terang Iyan Damai.
“Seolah-olah jalan itu tidak berujung kala menyusuri Ujung Selatan Kabupaten Karawang. Ketika beberapa kali bertanya, di mana Loji, semua serentak bagai kur, “Terus aja, mas, masih jauh.” Lalu saya pacu lagi sepeda motor menyusuri jalan aspal yang seolah tak berujung itu, hingga sampai pada gapura gerbang si curug.
Seperti sudah ada di depan mata, tapi jalanan tanah menanjak masih menghadang di depan mata. Kepada para penjual minuman di sepanjangnya kami bertanya dan dijawab serempak pula, “Masih jauh mas, lurus aja terus”. Hingga baju ini sudah tak bisa membendung peluh, dan terlihatlah curug itu, Curug Cigentis,” Papar Maruli Ferdinand yang juga menyumbangkan dua fotonya untuk dimuat di KarIn bersama artikel ini.
Masih banyak lagi tentunya cerita, kisah dan penilaian terhadap curug yang sudah terkenal terutama di kalangan wisatawan dan para petualang ini. Yang pasti, Curug Cigentis bersama curug-curug lainnya seperti Curug Cipanundaan, Curug Bandung Cikarapyak dan Curug Cikoleangkak merupakan objek wisata alam dan sekakigus budaya yang masih memerlukan perhatian lebih dan dimaksimalkan potensinya yang belum sepenuhnya tergali.
Curug karunia Sang Pencipta bersama kemegahan Gunung Sanggabuana yang menjadi perbatasan Karawang dengan Bogor dan Cianjur. Gunung yang memiliki berbagai kekayaan alam dan menjadi aset yang harus dilindungi apalagi ditengah kabar-kabar miring bahwa mulai terancamnya kawasan hijau ini dari tangan-tangan tidak bertanggungjawab. 

read more

SEJARAH KARAWANG

read more

Pages