Subscribe:

Featured Posts

Aden Encun Soeryana

Kamis, 07 Februari 2013

PMP/PMDK POLMAN Bandung 2013


Penerimaan Mahasiswa Baru POLMAN Bandung TA 2013/2014
Jalur Penerimaan Minat dan Prestasi (PMP) Peserta Umum dan BIDIKMISI


Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (d/h Politeknik Mekanik Swiss-ITB) merupakan Politeknik Negeri Pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1976. Pada Tahun Akademik 2013/2014 ini kembali membuka pendaftaran seleksi mahasiswa baru melalui jalur Penelusuran Minat dan Prestasi (PMP). Peserta Umum dan Peserta Program BIDIK MISI. Jenjang pendidikan yang kami tawarkan adalah Program Diploma III (Ahli Madya/A.Md) dan program lanjutan Diploma IV (Sarjana Sains Terapan/S.ST).

Kesempatan ini diberikan kepada siswa/i SMA/SMK/MA lulusan tahun 2011, 2012 dan calon lulusan 2013 dengan prestasi akademik minimal peringkat 5 terbaik di kelas. Bagi peserta yang berasal dari keluarga tidak mampu dapat mengajukan Beasiswa atau Bantuan Biaya Pendidikan BIDIKMISI. Adapun pilihan Program Studi yang ada di POLMAN Bandung adalah :

1.       Teknik Pemeliharaan Mesin
2.       Teknik Pembuatan Perkakas Presisi
3.       Teknik Mekanik Umum
4.       Teknik Perancangan Perkakas Presisi
5.       Teknik Perancangan Mekanik Umum
6.       Teknik Pengecoran Logam
7.       Teknik Mekatronika

Khusus bagi pelamar Program BIDIDKMISI disarankan untuk mendaftar secara manual dimana seluruh berkas pendaftaran dikirim langsungke Panitia PMB POLMAN Bandung untuk selanjutnya akan didaftarkan oleh panitia pada situs online nasional BIDIKMISI. Mahasiswa Penerima Program BIDIKMISI memiliki kesempatan untuk menyelesaikan studi langsung pada jenjang Diploma IV (Sarjana Sains Terapan/ S.ST). Pendaftaran ditutup tanggal 28 Maret 2013 (cap pos). Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi :


Panitia Penerimaan Mahasiswa Batu TA 2013/2014
Jalur PMP UMUM & BIDIKMISI POLMAN Bandung
Jln. Kanayakan No. 21 Dago – Bandung, Jawa Barat
Telp. 022-2509241 Ext. 119/ Fax. 022-2502649, Email : infopmb@polman-bandung.ac.id
Facebook : www.facebook.com/politeknikmanufakturbandung / Twitter : @infopolman
read more

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Polman Bandung 2013

PMB POLMAN 2013/2014


Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (d/h Politeknik Mekanik Swiss-ITB) merupakan Politeknik Negeri Pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1976.

Pada Tahun Akademik 2013/2014 ini kembali membuka Penerimaan Mahasiswa Baru, dengan jadwal sebagai berikut :




read more

Senin, 04 Februari 2013

BIDIK MISI 2013 POLMAN Bandung



Bidik Misi 2013 ialah bantuan biaya pendidikan yang diberikan MENDIKNAS untuk calon mahasiswa baru yang kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik yang bagus. Bidik Misi 2013 dimulai sebelum SNMPTN 2013.

Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (d/h Politeknik Mekanik Swiss-ITB)   yang merupakan Politeknik Negeri Pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1976. Pada tahun akademik 2013/2014 menyelenggarakan seleksi mahasiswa baru melalui jalur Penelusuran Minat & Prestasi (PMP) yang di dalamnya terdapat program pemerintah Bantuan BIDIK MISI.

Pendaftaran dibuka 01 Februari - 28 Maret 2013. Berikut persyaratan PMP juga Bidik Misi tahun akademik 2013/2014 beserta jadwal, formulir dan ketentuan lainnya DOWNLOAD DISINI





read more

Kamis, 01 Desember 2011

HIV AIDS di Karawang 2011

 

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus hiv dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.

Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.

C. Metode / Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV AIDS
- Darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv+ pada kulit yang terluka, terkena darah menstruasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
- Cairan Semen, Air Mani, Sperma dan Peju Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
- Cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
- Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv+, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.
Cairan Tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ :
- Air liur / air ludah / saliva
- Feses / kotoran / tokai / bab / tinja
- Air mata
- Air keringat
- Air seni / air kencing / air pipis / urin / urine
Tambahan :
Jangan mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.

Penderita HIV/AIDS dikarawang 

Kabupaten Karawang digegerkan temuan jumlah penderita yang mencapai tiga kali lipat dari akumulasi kasus yang ditemukan dari tahun 2006 hingga 2010.

Data terbaru jumlah pengidap HIV AIDS di Karawang 691 orang. Sedangkan dari tahun 2006 hingga tahun 2010 kemarin, akumulasi data kasus yang terkumpul yaitu 219 orang. Artinya, dari tahun 2010 hingga 2011, terjadi penambahan pengidap HIV AIDS sebanyak 472 orang.

“Data ini kami kumpulkan dari PMI, Dinkes Karawang, labotarium-labotarium, klinik, dan rumah sakit baik yang berada di Karawang atau Jakarta dan Bandung. Angka ini merupakan angka nyata yang di lengkapi dengan nama dan alamatnya,” kata Iwan Soemantri Amintapradja Ketua Yayasan Kita-Kita.

Perilaku seks bebas, dijelaskan Iwan, telah menyentuh berbagai kalangan juga profesi. Mulai dari aparatur pemerintahan, buruh pabrik, kuli kasar, hingga pelajar. Prilaku seks bebas itu, dipastikan melibatkan wanita penjaja seks.

Iwan mengungkap, dari 691 HIV AIDS, sekitar 30 persen diantaranya di derita oleh wanita penjaja seks alias pelacur. Penjaja seks di Kabuaten Karawang,di 17 titik tempat pelacuran, Iwan mengatakan, jumlahnya 1.214 orang. 

Jadi dengan melihat data yang ada, mari kita jauhi narkoba, seks bebas dan pergaulan yang sangat jauh dari ajaran agama. sebagai insan muda sepatutnya malu dengan hal-hal yang dapat menjatuhkan harkat dan martabat bangsa.



sumber : http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/01/banyak-pelacur-terkena-hivaids-tetap-jajakan-diri

read more

Rabu, 30 November 2011

Trik Mendisiplinkan Anak

18 Trik Mendisiplinkan Anak


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Memiliki anak-anak yang punya kedisiplinan tinggi, memang cita-cita semua orangtua. Namun, adakalanya orangtua kesulitan "menjinakkan" anak-anak mereka. Agar jagoan cilik Anda mau mematuhi segala aturan yang ada di rumah, ikuti 18 trik berikut ini.

Sering kali, orangtua terus berkutat dengan masalah kedisiplinan yang idealnya selalu dipatuhi anak-anak. Orangtua terkadang harus memaksa anak-anaknya untuk disiplin di rumah, menghormati orangtua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

Namun, harus tetap ingat, kedisiplinan yang Anda maksud tak hanya melakukan koreksi pada tingkah laku anak-anak saja. Tapi juga mengajarkan kepada mereka cara untuk bisa mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang berhasil di kemudian hari.

Untuk itu, ada beberapa pendekatan yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak-anak mendisiplinkan dirinya.

1. Tegas
Jika Anda melarang anak-anak untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan dan bimbingan padanya. Anak jaman sekarang pasti tidak akan mau menerima alasan seperti, "Jangan duduk di depan pintu, pamali!" Atau, "Jangan main terlalu sore, nanti diculik Kalong Wewe!" Beritahu alasannya, kenapa dia tidak boleh duduk di depan pintu atau bermain sore-sore, menjelang malam.

2. Jangan Plin Plan
Pada dasarnya, Si Kecil akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan pasangan bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda membiarkannya. Hal ini hanya akan membuat dia bingung, akibatnya dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan pasangan agar anak-anak jadi mudah dalam bersikap.

3. Kompromi
Anak-anak tak selalu bisa mengatasi dan membedakan antara persoalan yang besar dan kecil. Sesekali, berkompromi dan mengertilah diri mereka. Tindakan kompromi akan membuat anak-anak menjadi lebih mudah menghadapi persoalan yang lebih besar nantinya. Misalnya, jika dia lalai menengok ke kiri-kanan saat akan menyeberang jalan, lain kali dia tak akan begitu lagi. Jika Anda keberatan dengan sikapnya, nyatakan dengan jelas. Misalnya, "Berhentilah melempar-lempar mainanmu, Nak!" Tapi, jangan katakan, "Hei, mainannya jangan dilempar-lempar, dong!"

4. Beri Bimbingan
Jika anak Anda mengobrak-abrik buku dari lemari yang ada di ruang keluarga, katakan saja, "Maukah kamu berhenti 'bermain' buku? Baca saja, ya di kamarmu?" Jika dia tak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa membimbingnya ke kamar dan katakan padanya, dia boleh kembali ke ruang keluarga jika mau mendengarkan kata-kata Anda.

5. Beri Peringatan
Jika anak tahu aturan yang telah Anda buat, pada usia tertentu, Anda hanya perlu bertanya padanya, ketika melakukan pelanggaran. Dia akan langsung merasa segan pada Anda, karena ada konsekuensi atau sanki yang harus diterimanya segera, setelah pelanggaran dibuat. Jika Anda terbiasa membuat batasan peringatan sampai hitungan 5, kali ini kurangi sampai hitungan ke 3, sehingga anak akan belajar untuk segera mengubah sikap setelah diberi peringatan.

6. Beri Alasan
Jika anak bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati memperingatinya. Terangkan dengan bahasa yang jelas dan sederhana, apa yang akan Anda lakukan dan sebutkan alasannya. Misalnya, "Mama simpan pisaunya ya, Sayang, nanti bisa melukai tanganmu!" Atau, "Mama minta kamu jangan main air ya, nanti lantainya jadi licin dan bisa bikin kamu terjatuh."

7. Jangan Tunda Hukuman
Jika Anda ingin menghukum anak yang tidak disiplin, hukumlah segera setelah Anda tahu dia tidak disiplin. Jangan sampai Anda menunda memberi hukuman padanya. Sebab, anak-anak tidak akan mau menerima hukuman beruntun atau mengulangi kesalahan. Berilah hukuman yang mendidik, seperti menyapu lantai, merapikan tempat tidur, tidak main play station atau barbie, atau membersihkan kamar mandi.

8. Tetap Tenang
Marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap anak. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa pede di ahdapan orangtuanya.

9. Bertekuk Lutut
Menunduklah saat berbicara pada Si Kecil, terutama saat memberi kritikan padanya. Tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapnnya, agar pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

10. Jangan Ceramah
Ajaklah Si Kecil ngobrol dan berdiskusi, dari pada diceramahi panjang lebar. Meskipun tampaknya pernyataan ini tidak bernada keras, seperti, "Sudah berkali-kali Mama bilang ..." Atau, "Setiap saat kamu kok ...", tetap memberi kesan seolah-olah dia ditakdirkan untuk selalu mengecewakan Anda, apapun yang dia perbuat.

Cobalah gulirkan pertanyaan-pertanyaan seperti, "Merokok, kan, enggak baik untuk anak-anak, ya?" Atau, "Apakah kamu suka jika temanmu mengganggu terus di sekolah, Nak?" Kritiklah sikapnya, jangan salahkan dirinya.

11. Tunjukkan Sikap PositifTerlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk Si Kecil. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

12. Bermain Bersama
Jika sempat, tak ada salahnya Anda meluagkan waktu sebenatr dan ikut bermain-main denganyya. Buatlah permainan bernuansa perlombaan semacam "siapa cepat dia dapat." Permainan ini akan melatih anak Anda bertindak cepat setelah ada aba-aba dari Anda, atau yang dia ucapkan sendiri.

13. Hindari Rasa Jengkel

Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.

14. Jangan Menampar!
Tamparan keras yang Anda berikan di wajahnya, akan berpengaruh buruk bagi diri anak, juga Anda. Anak yang pernah ditampar orangtuanya akan merasa lebih menderita, dari pada perasaan tidak dihargai atau depresi sekalipun. Tindakan ini pun sekaligus bisa mengajarkan, secara tidak langung pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

15. Jangan Menyuap
Jangan membiasakan memberi uang atau hadiah kepada anak saat Anda memintanya untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan seperti ini bisa membuat anak jadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum diberi uang atau hadiah.

16. Bersikap Dewasa
Bersenda gurau dengan cara melucu berlebihan, dengan menggigiti atau menarik-narik rambut anak Anda, untuk menunjukkan rasa sayang, merupakan tindakan yang salah. Bersikaplah sewajarnya, sebagai orang dewasa seperti menggenggam tangannya, memeluknya, atau memberi ciuman di kedua pipi atau kepalanya.

17. Hadapi Rengekan
Katakan kepada anak-anak untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula, Anda tidak akan mengabulkan permintaannya jika disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Kecuali, jika dia meminta sesuatu dengan sikap yang manis dan sopan.

18. Contoh Baik
Jika suatu kali anak Anda pernah memerogoki Anda sedang berdebat dengan pasangan tanpa menggunakan kekerasan, dia akan meniru sikap baik itu. Tapi, jika Anda dan pasangan bertengkar dengan saling menghina, memukul, atau berteriak, anak Anda akan meniru sikap-sikap buruk itu di kemudian hari.

Dari 18 trik di atas, yang terpenting, Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi anak-anak. Berusaha untuk membuatnya menjadi lebih disiplin, tanpa memahami bagaimana dan apa yang dia lakukan, sama halnya seperti menuangkan sirup ke dalam botol tertutup. Dengan kata lain, percuma saja dan hanya akan memperburuk keadaan di kemudian hari.

Hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak memang sangat perlu dilakukan. Yang bisa Anda lakukan segera untuk mengatasi masalah ini, yaitu Anda hanya perlu bertanya kepada anak, apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa dia berbuat begitu. Pada beberapa kasus, anak-anak dapat berterus terang tentang masalahnya kepada orangtua. Namun, jika dia tak mau berterus terang, sementara Anda tidak mempunyai cara lain untuk bertindak, tetaplah berpikir positif.

Cek TKPnya : http://menujuhijau.blogspot.com/2011/04/18-trik-mendisiplinkan-anak.html#ixzz1f9EraJT8
read more